Ukuran Busa Untuk Pendaratan Dalam Lompat Tinggi Minimal Adalah... *

10. Teknik memukul bola dengan mengayunkan bola dalam permainan softball disebut… a. bunting b. slide c. swing d. stride e. hunting. 11. Ukuran busa untuk pendaratan dalam lompat tinggi minimal adalah… a. 2 x 3 meter b. 3 x 4 meter c. 4 x 5 meter d. 5 x 5 meter e. 6 x 7 meter. 12. Di bawah ini merupakan teknik dasar dalam lompat tinggi√ Lompat Tinggi │ Peraturan Perlombaan Lompat Tinggi Lengkap. Peraturan Lompat Tinggi - Pada materi sebelumnya kita sudah membahas mengenai pengertian lompat tinggi , sejarah , gaya dan juga tekniknya. Dan pada kesempatan kali ini kita akan masih membahas tentang lompat tinggi, akan tetapi kali ini mengenai peraturan dalam lompat tinggi , langsung saja kita simak ulasan berikut ini.Lompat Tinggi - Tahukah anda bahwa cabang olahraga atletik banyak sekali berbagai macam maupun jenisnya, seperti : lempar lembing, lempar cakram, lompat jauh, bola voli, bola basket, dan lainnya. Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai lompat tinggi beserta dengan hal - hal yang berkaitan maupun berhubungan didalamnnya.Q. Sistem penyerangan sepak bola yang terdiri atas empat pemain belakang, dua pemain tengah, dan empat pemain depan, maka pola yang digunakan adalah.... answer choices a. 3-2-4Ukuran Lapangan Lompat Tinggi. Berikut ini ukuran lapangan untuk lompat tinggi: Arena Awalan (Runway) • Daerah untuk awalan panjangnya tidak terbatas, namun minimum adalah 15 meter. • Daerah untuk tumpuan harus datar dengan tingkat kemiringan 1 : 100. Tiang Lompat Dua tiang lompat yang digunakan harus kokoh dan kuat.

Lompat Tinggi │ Peraturan Perlombaan Lompat Tinggi Lengkap

Lompat Tinggi - pada kesempatan kali ini admin akan mengulas sebuah materi tentang lompat tinggi, yang meliputi pengertian , gaya teknik , dan juga sejarahnya. Selain itu kita juga akan mempelajari mengenai peralatan yang digunakan dalam lompat tinggi beserta perlengkapan yang lainnya . Langsung saja kita simak pembahasan tentang lompat tinggi berikut ini.Sekarang ini sarana untuk pendaratan lompat tinggi telah didesain dengan aman dan modern sehingga aman untuk keselamatan atlet lompat tinggi. Sarana untuk mendarat ini terbuat dari busa dengan ketebalan minimal 60 cm pada bagian atasnya dilapisi matras dengan ukuran 10 - 20 cm. Tempat mendarat minimal 4 x 5 m, dapat ditutup dengan matras lompatDalam peraturannya, ukuran busa untuk pendaratan dalam lompat tinggi minimal adalah 3 x 5 meter yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cm dan di atasnya ditutupi oleh matras yang tebalnya 10-20 cm. Baca juga: Peralatan dalam Olahraga Lompat Tinggi.Dalam peraturannya, ukuran busa untuk pendaratan dalam lompat tinggi minimal adalah 3 x 5 meter yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cm dan di atasnya ditutupi oleh matras yang tebalnya 10

Lompat Tinggi │ Peraturan Perlombaan Lompat Tinggi Lengkap

Lompat Tinggi - Sejarah, Peraturan, Lapangan, Gaya, Teknik

Ukuran busa untuk pendaratan dalam lompat tinggi minimal adalah… a. 2 x 3 meter b. 3 x 4 meter c. 4 x 5 meter d. 5 x 5 meter e. 6 x 7 meterDalam peraturannya, ukuran busa untuk pendaratan dalam lompat tinggi minimal adalah 3 x 5 meter yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cm dan di atasnya ditutupi oleh matras yang tebalnya 10 - 20 cm. Baca juga: Peralatan dalam Olahraga Lompat TinggiMateri : Peraturan Lompat Tinggi - Tempat awalan, Tiang Misatar, Pendaratan - Lintasan Lompat Tinggi adalah lintasan untuk melakukan ancang-ancang, panjang minimumnya yaitu 15 meter. Sedangkan pada jalur lintasan yang digunakan untuk perlombaan memiliki panjang 20 meter.Ukuran busa untuk pendaratan dalam lompat tinggi minimal adalah ? - 14625825 1. Masuk. Daftar. 1. Masuk. Daftar. Tanyakan pertanyaanmu. adityadimaz1 01.03.2018 Penjaskes Sekolah Menengah Atas +5 pts. Terjawab Ukuran busa untuk pendaratan dalam lompat tinggi minimal adalah ? 1 Lihat jawaban Jawabanmu raufabdr Gemar Membantu; Tidak boleh kurangPengertian Lompat Tinggi. Lompat tinggi adalah salah satu jenis olahraga cabang atletik dimana sang atlet harus melakukan lompatan setinggi-tingginya melewati mistar tanpa bantuan alat dengan berbagai jenis gaya yang diperbolehkan (gaya gunting, guling sisi, guling straddle, dan flop) atau gaya baru yang tidak bertentangan dengan aturan internasional.

Besarkan Ukuran Pdf Ukuran Amplop Perusahaan Standar Ukuran Kolam Renang Ukuran Plakat Standar Syukuran Pernikahan Sederhana Ukuran Label Undangan 121 Ukuran Pemusatan Data Pdf Ukuran Kandang Ayam Kampung Ukuran Banner Stand Menambah Ukuran Pdf Menambah Ukuran Kertas F4

Lompat Tinggi

Lompat Tinggi – Tahukah anda bahwa cabang olahraga atletik banyak sekali berbagai macam maupun jenisnya, seperti : lempar lembing, lempar cakram, lompat jauh, bola voli, bola basket, dan lainnya. Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai lompat tinggi beserta dengan hal – hal yang berkaitan maupun berhubungan didalamnnya. Bagi seorang pelajar tentu kata tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga kalian bukan ?, maka untuk lebih jelasnya simaklah penjabaran dibawah ini.

Pengertian

Salah satu jenis olahraga cabang atletik ialah lompat tinggi, si atlet harus melaksanakan lompatan setinggi – tingginya agar dapat melewati mistar tanpa adanya bantuan alat apapun. Dimana lompatan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam gaya yang diperbolehkan, seperti : gaya gunting, guling sisi, guling straddle, serta flop maupun gaya baru dimana tidak bertentangan terhadap aturan internasional.

Sejarah

Pertama kali diadakannya olimpiade di Skotlandia tepat abad ke 19, dimana lompat tinggi sudah tercatat lompatannya tertinggi dimana dilakukan si atlet ialah 1,68 meter, dimana menggunakan gaya gunting dalam lompatannya.

Selanjutnya abad ke 20 gaya lompat tinggi sudah dimodernisasi seseorang yang berkewarganegaraan Irlandia – Amerika ialah “Michael Sweeney”. Tahun 1895, Michael Sweeney sudah mencapai melaksanakan lompatan setingginya 1,97 meter dengan menggunakan gaya eastern cut-off, dimana mengambil off bagaikan gunting, namun memperpanjang punggungnya serta mendatar di atas bar.

Walaupun event lompat tinggi disertakan pada kompetisi dalam olimpiade kuno, kompetisi ini sudah tercatat berlangsung pada awal abad ke-19 dimana berada di Skotlandia dengan ketinggian 1,68 meter, dimana lompat tinggi tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.

Terdapat gaya – gaya tertentu dimana diharuskan dikuasai demi peserta terhindar dari kecelakaan. Karena abad ke-19 peserta lompat tinggi mendarat serta jatuh di atas tanah dimana berumput dengan menggunakan gaya gunting, ialah dengan cara membelakangi.

Baca Juga : Lempar Lembing

Beberapa gaya ternyata banyak terjadi cedera bagi para peserta yang mungkin kurang mendalami serta kurang hati – hati. Sedangkan kini, lompat tinggi dilaksanakan dengan mendarat di atas matras, dengan begitu dapat meminimalisirkan kecelakaan yang terjadi, namun sekarang banyak atlet yang menggunakan teknik fosbury flop.

Peraturan

Pada pertandingan olahraga ini, terus akan dinaikkan mistarnya sesudah peserta lompat tinggi berhasil melewati ketinggian mistar saat itu. Dengan begitu, peserta tentu akan melonjak bersama sebelah kaki, pelompat juga diperbolehkan memulai lompatan yang ia sukai ketinggian permulaannya.

Peserta atlet dinyatakan batal jika menyentuh palang serta tidak melompat, menjatuhkan palang disaat melakukan lompatan maupun menyentuh kawasan mendarat jika tidak segera melompat.

Jika atlet tersebut telah gagal sebanyak tiga kali berturut – turut, maka akan dikeluarkan dari kompetisi pertandingan. Seorang peserta lompat juga berhak meneruskan lompatan (jikalaupun seluruh peserta lain gagal), namun ia tidak bisa meneruskannya lagi mengikuti peraturan.

Lapangan

Berikut merupakan gambaran bentuk lapangan yang digunakan ialah :

Lapangan lompat ini dibagi menjadi empat bagian didalamnya, ialah : jalur awalan, daerah tolakan, mistar penyangga, serta matras untuk mendarat. Untuk lebih jelasnya simaklah penjelasan dibawah ini :

Area / jalur awalan berbentuk serupa bagai bujur sangkar maupun setengah lingkaran dimana mempunyai jarak dari tepi ke titik pusat sejauh 15 meter. Jarak ini ialah jarak awalan biasanya digunakan peserta sebelum melaksanakan tolakan. Daerah tolakan terletak disekitar depan maupun bawah mistar, dimana daerah ini dibuat sedatar mungkin, bersih, dan juga tidak licin. Hal ini agar tidak terjadi kegelinciran saat atlet melakukan tolakan. Mistar dibuat panjang sekitar 3,98-4,02 meter serta berat maksimal 2 kilogram, disangga dengan menggunakan penyangga mistar dimana diletakan secara bersejajar terhadap jarak yang sama serta panjang mistar. Tiang penyangga wajib mempunyai ukuran disalah satunya sebagai penentu tinggi mistar maupun tinggi lompatan. Penopang mistar dimana berada pada tiap – tiap tiang penyangga, dimana memiliki ukuran dari penopang mistar ialah 4 x 6 cm. Tempat pendaratan / matras berukuran 3 × 5 meter dimana dibuat menggunakan bahan busa dengan ketebalan 60 cm dan bagian atasanya ditutup kembali menggunakan matras dengan ketebalan mencapai 10-20 cm.

Jenis-Jenis Gaya

Berikut berbagai jenis ataupun macam gaya dalam lompat tinggi ialah :

1. Gaya Guling Sisi / Western Roll

Gaya ini tidak bisa berkembang dikarenakan ada benturan terhadap peraturan yang berlaku. Pada gaya ini posisi kepala cenderung lebih rendah daripada pinggul, sehingga hal ini dianggap tidak sah. Gaya ini pertama kali diciptakan oleh G. Horin dimana berasal dari Amerika tahun 1912.

2. Gaya Flop

Gaya ini diciptakan oleh Dick Ricarod Fosbury, ia merupakan seorang pelompat tinggi dimana berasal dari Amerika Serikat. Tepat olimpiade Mexico dimana diadakan tahun 1968. Mr Fosbury menggunakan gaya ini serta berhasil menjadi juara pertama lompat tinggi kala itu.

Baca Juga : Ukuran Kertas Folio

Teknik gaya ini merupakan kebalikan dari teknik straddle, dimana pada lompatan straddle berguling di atas mistar secara posisi perut menghadap ke bawah (dari arah mistar). Sedanngkan pada teknik flop ialah dengan menggunakan punggung dimana menghadap ke bagian bawah arah namun agak serong ke kiri, tidak lagi tegak lurus terhadap mistar.

3. Gaya Guling / Teknik Straddle

Gaya Guling (straddle) merupakan gaya dimana posisi badan melewati tiang dengan cara diputar maupun dibalikkan lagi, dengan begitu sikap badan saat di atas mistar telungkup. Teknik ini bisa digunakan dengan mengambil jarak awalan dari samping mulai pada 4, 6, 8 maupun 10 langkah tergantung dengan ketinggian target yang akan dilewati

4. Gaya Gunting

Gaya gunting juga dapat disebut gaya sweney, dimana kata “sweney” berasal dari yang menemukan gaya ini ialah Sweney. Mr.Sweney ditahun 1880 sebelumnya menggunakan gaya jongkok, tetapi ia terasa gaya ini kurang tepat sampai akhirnya ia merubah gaya itu menjadikan sebuah Gaya Gunting. Disamping itu, tahun 1895 Sweney menciptakan gaya lompat tinggi lain ialah “gaya gunting samping”.

Teknik Dasar

Berikut beberapa teknik dasar mulai dari awalan sampai dengan akhiran, ialah sebagai berikut :

1. Teknik Awalan 

Suatu teknik lompat tinggi bagi atlet dalam melaksanakan awalan biasanya dilakukan dengan cara berlari, dimana mulai dari lari pada kecepatan rendah sampai dengan kecepatan tertentu sesuai terhadap strategi dalam melaksanakan ancang – ancang untuk melompat dengan baik.

2. Teknik Tolakan 

Gerakan yang dilakukan dimana menggunakan kaki terkuat agar semua tubuh terangkat hingga menuju serta bisa melewati mistar disebut teknik tolakan. Disamping itu, kaki tak hanya memiliki tugas agar melakukan tolakan dengan kaki terkuat, namu juga melakukan ayunan dengan kaki satunya lagu. Sehingga lompatan ini berhasil dilaksanakan untuk melewati mistar seperti lompat dan mengayun ini dilakukan bagaikan permainan lompat tali.

3. Teknik Melayang

Suatu gerakan dimana dalam hal ini ialah keadaan saat tubuh atlet mulai terangkat agar melewati sebuah mistar. Disamping itu, atlet juga dapat melakukan teknik tertentu sesuai pada gaya atlet tersebut pergunakan dalam lompat tingginya.

4. Teknik Mendarat

Suatu teknik momen saat tubuh sudah melewati tiang mistar serta jatuh ke matras yang sudah dipersiapkan. Terdapat dua bentuk pendaratan paling umum, ialah : mendarat menggunakan kedua kaki maupun mendarat menggunakan tubuhnya atau badannya.

Siapakah yang menciptakan gaya flop ?

Gaya flop diciptakan oelh Dick Ricarod Fosbury dimana berasal dari Amerika Serikat.

Berapakah tinggi tiang mistar dalam lompat tinggi ?

Tinggi tiang mistar minimal 2,5 meter, dan panjang mistar minimal 3,15 meter.

Berapakah ukuran matras dalam lompat tinggi ?

Berukuran 3 × 5 meter dengan bahan busa tebal sampai 60 cm serta bagian atasanya ditutup juga menggunakan matras tebal mencapai 10 – 20 cm.

Baca Juga : Lempar Cakram

Demikianlah pembahasan artikel di atas, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan baru bagi para pembaca.

Share this: Related posts:

Olahraga

Ukuran Busa Untuk Pendaratan Dalam Lompat Tinggi Minimal Adalah... * : ukuran, untuk, pendaratan, dalam, lompat, tinggi, minimal, adalah..., Olahraga

Makalah Lompat Tinggi

Ukuran Busa Untuk Pendaratan Dalam Lompat Tinggi Minimal Adalah... * : ukuran, untuk, pendaratan, dalam, lompat, tinggi, minimal, adalah..., Makalah, Lompat, Tinggi

Pjm3103 Olahraga

Ukuran Busa Untuk Pendaratan Dalam Lompat Tinggi Minimal Adalah... * : ukuran, untuk, pendaratan, dalam, lompat, tinggi, minimal, adalah..., Pjm3103, Olahraga

Force Centrifugal Centripetal

Ukuran Busa Untuk Pendaratan Dalam Lompat Tinggi Minimal Adalah... * : ukuran, untuk, pendaratan, dalam, lompat, tinggi, minimal, adalah..., Force, Centrifugal, Centripetal

Makalah Penjaskes

Ukuran Busa Untuk Pendaratan Dalam Lompat Tinggi Minimal Adalah... * : ukuran, untuk, pendaratan, dalam, lompat, tinggi, minimal, adalah..., Makalah, Penjaskes