Kerja Enzim

Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim - Enzim adalah suatu protein dimana bertindak sebagai katalis serta bertanggung jawab untuk laju dan kekhususan yang tinggi dari satu maupun lebih reaksi biokimia intraselular dan ekstraselular. Enzim bekerja dengan membentuk kompleks enzim substrat, dengan begitu reaksi enzim selalu bolak - balik.Cara kerja enzim dapat dijelaskan dalam dua teori, yaitu: Teori kunci dan gembok (enzim bekerja sangat spesifik. Enzim dan substrat memiliki bentuk geometri komplemen yang sama persis sehingga bisa saling melekat) dan teori ketepatan induksi (enzim tidak merupakan struktur yang spesifik melainkan struktur yang fleksibel.Cara kerja enzim maltosa inilah yang memiliki rasa manis saat kita mengunyah amilum seperti nasi. Inilah yang membedakan nasi dengan gula. Saat kita makan gula, rasa manis gula langsung terasa saat gula tersebut masuk ke mulut kita. Rasa manis tersebut bisa langsung terasa karena gula sudah tersusun dari senyawa karbohidrat yang sederhana.Meski begitu, cara kerja enzim pencernaan sebenarnya serupa dengan enzim lainnya pada tubuh Anda. Semua enzim pencernaan merupakan bagian dari kelompok besar enzim yang disebut hidrolase. Kelompok enzim ini menggunakan molekul air untuk memutus ikatan kimia yang menyusun zat gizi suatu bahan makanan atau cairan.Cara kerja enzim hanya dapat berlangsung dalam kondisi tertentu. Sebagian besar enzim dalam tubuh manusia bekerja paling baik pada suhu sekitar 37°C atau suhu tubuh. Pada suhu yang lebih rendah, mereka akan tetap bekerja tetapi jauh lebih lambat. Demikian pula, cara kerja enzim hanya dapat berfungsi pada rentang pH tertentu (asam/basa).

(DOC) KERJA ENZIM KATALASE | Nadia Lavelsa - Academia.edu

Cara kerja enzim. Penjelasan lengkap mengenai cara kerja enzim yang dilengkapi dengan skema gambar sehingga lebih mudah untuk dipahami. Enzim terlibat dalam hampir semua transformasi zat di alam. Mereka membantu dan mengendalikan semua reaksi kimia dari senyawa karbon dalam tubuh kita.Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama substrat, suhu, keasaman, kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein, yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah.Cara kerja enzim dapat dijelaskan dengan dua teori, yaitu teori gembok dan anak kunci, dan teori kecocokan yang terinduksi. Teori gembok dan anak kunci (Lock and key theory) Enzim dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah.Mekanisme kerja enzim bersifat sangat spesifik. Hal ini berlaku tidak hanya pada tipe reaksi yang dikatalisis (spesifisitas reaksi), tetapi juga sifat dari reaktan (substrat) yang terlibat. Gambar 1. Spesifisitas reaksi dan substrat (Koolman et al., 2003)

(DOC) KERJA ENZIM KATALASE | Nadia Lavelsa - Academia.edu

Biologi - Cara Kerja Enzim dan Fungsinya - Pahamify

Enzim ini termasuk kelas oksidoreduktase karena membutuhkan logam sebagai gugus prostetiknya (Melanti 2013). Praktikum ini bertujuan mengetahui aktivitas enzim amilase menggunakan nanospektrometer, mengetahui kerja enzim papain dan bromelin dalam menghidrolisis protein, serta menghambat aktivitas pencoklatan pada irisan buah apel dan kentang.Cara kerja enzim akan berhubungan dengan sifat enzim sebagai protein sehingga cara kerja enzim akan sangat dipengaruhi oleh suhu, derajat keasaman, hasil akhir produk, konsentrasi enzim itu sendiri, konsentrasi substrat, zat penghambat, dan kadar air. Enzim bertindak sebagai katalis di dalam tubuh mahluk hidup sehingga terkadang enzim disebutKARAKTERISTIK DAN CARA KERJA ENZIM Enzim merupakan suatu senyawa atau molekul yang mampu meningkatkan reaksi metabolisme tanpa ikut bereaksi dan berubah bentuk. Enzim terbagi menjadi 2, yaitu: Enzim Sederhana. Enzim sederhana tersusun atas protein, contohnya enzim pepsin Enzim Kompleks. Enzim kompleks tersusun atas struktur protein dan struktur non-protein.CARA KERJA ENZIM Terdapat dua teori yang telah dikenal luas tentang cara kerja enzim. 1. Teori "Key and Lock" 2. Teori "Induced Fit" 15. TEORI KEY AND LOCK Sesuai teori ini, masing-masing enzim memiliki area spesifik (disebut situs aktif) yang dimaksudkan untuk substrat tertentu untuk mendapatkan terpasang.Inhibitor enzim atau penghambat kerja enzim. Pengertian Inhibitor adalah molekul yang dapat menghambat bahkan menghentikan reaksi enzim dengan mengotori permukaan katalis. Pemahaman terhadap inhibitor enzim penting agar anda dapat menjelaskan mekanisme inhibitor yang menghalangi kerja enzim serta contohnya.

Google Translate Jepang Hiragana Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Jepang Daerah Penghasil Gerabah Gerak Dasar Gaya Punggung Merupakan Gerak Yang Efisien Dalam Potongan Rambut Pria Korea Makna Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh Pemain Dari Jendela Smp Sctv Santi Jual Beli Ayam Bangkok Kediri Hello Again Sub Indo Pianika Mengheningkan Cipta Foxit Reader Kuyhaa

INHIBITOR ENZIM

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Berbagai reaksi kimia dalam tubuh dapat dipercepat lajunya dengan enzim. Fungsi enzim sebagai biokatalisator mampu menurunkan energy aktivasi sehingga dapat meningkatkan laju reaksi. Akan tetapi tidak selamanya enzim dapat bekerja optimal atau bahkan tidak dapat bekerja sama sekali. Ada beberapa molekul yang dapat mempengaruhi kerja enzim, salah satunya adalah inhibitor. Inhibitor merupakan suatu senyawa yang dapat menurunkan atau menghambat laju rekasiyang dikatalisis enzim.

Berdasarkan reaksi kimianya, ada dua macam inhibitor, yaitu inhibitor irreversible dan inhibitor reversible. Inhibitor irreversible merupakan inhibitor yang tidak dapat balik. Artinya, setelah berikatan dengan enzim, inhibitor ini tidak dapat dipisahkan lagi dari enzim. Dengan adanya inhibitor ini enzim tidak dapat bekerja lagi karena inhibitor ini bersifat merusak enzim. Sedangkan inhibitor reversible adalah inhibitor yang dapat balik. Artinya, setelah berikatan dengan enzim, inhibitor ini masih dapat dipisahkan lagi. Ada 3 macam jenis inhibitor reversible, yaitu inhibitor yang bekerja secara kompetitif, non kompetitif, dan unkompetitif

1.2  Tujuan

a. Untuk mengetahui pengertian inhibitor

b. Untuk mengetahui macam-macam inhibitor beserta contohnya

c. Untuk mengetahui kegunaan inhibitor

                                                                                                                                                                                   

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Inhibitor

Beberapa jenis molekul dapat mempengaruhi aktivitas enzim. Aktivitas dari enzim dapat dipengaruhi oleh beberapa jenis molekul, salah satunya adalah inhibitor. Inhibitor merupakan suatu senyawa yang dapat menghambat atau menurunkan laju reaksi yang dikatalisis oleh enzim.

2.2 Macam-macam Inhibitor

Berdasarkan reaksi kimianya, inhbitor dapat dibedakan menjadi 2, yaitu inhibitor irreversibel dan inhbitor reversibel.

Inhibitor irreversibel adalah inhibitor yang reaksi kimianya berjalan satu arah atau tidak dapat balik, dimana setelah inhibitor mengikat enzim, inhibitor tidak dapat dipisahkan dari sisi aktif enzim. Keadaan ini menyebabkan enzim tidak dapat mengikat substrat atau inhibitor merusa k beberapa komponen (gugus fungsi) pada sisi katalitik molekul enzim.      

      

Inhibitor reversibel adalah inhibitor yang reaksi kimianya berjalan dua arah atau dapat balik, bekerja dengan mengikat sisi aktif enzim melalui reaksi reversibel dan inhibitor ini dapat dipisahkan atau dilepaskan kembali dari ikatannya.

Enzim + Inhibitor                        EI

 

Inhibitor reversibel terdiri dari tiga jenis, yaitu inhibitor yang bekerja secara kompetitif, non-kompetitif, dan un-kompetitif

Inhibitor Kompetitif

            Pada inihibitor kompetitif, inhibitor dan substrat berkompetisi untuk berikatan dengan enzim. Seringkali inhibitor kompetitif memiliki struktur yang sangat mirip dengan substrat asli enzim. Sebagai contoh, metotreksat adalah inihibitor kompetitif untuk enzimdihidrofolat reduktase. Kemiripan antara struktur asam folat dengan obat ini ditunjukkan oleh gambar di samping bawah. Perhatikan bahwa pengikatan inhibitor tidaklah perlu terjadi pada tapak pengikatan substrat apabila pengikatan inihibitor mengubah konformasi enzim, sehingga menghalangi pengikatan substrat. Pada inhibitor kompetitif, kelajuan maksimal reaksi tidak berubah, namun memerlukan konsentrasi substrat yang lebih tinggi untuk mencapai kelajuan maksimal tersebut, sehingga meningkatkan Km

 

 

b. Inhibitor tak Kompetitif

            Pada inhibitor tak kompetitif, inhibitor tidak dapat berikatan dengan enzim bebas, namun hanya dapat dengan komples ES. Kompleks EIS yang terbentuk kemudian menjadi tidak aktif. Jenis inhibitor ini sangat jarang, namun dapat terjadi pada enzim-enzim multimerik.

 

 

c. Inhibitor non Kompetitif

            Inhibitor non-kompetitif dapat mengikat enzim pada saat yang sama substrat berikatan dengan enzim. Baik kompleks EI dan EIS tidak aktif. Karena inhibitor tidak dapat dilawan dengan peningkatan konsentrasi substrat, Vmax reaksi berubah. Namun, karena substrat masih dapat mengikat enzim, Km tetaplah sama.

 

    

Persamaan dari ketiga macam inhibitor tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

 

2.3 Feed back inhibition (Inhibitor Campuran)

Inhibitor jenis ini mirip dengan inhibitor non-kompetitif, kecuali kompleks EIS memiliki aktivitas enzimatik residual.Pada banyak organisme, inhibitor dapat merupakan bagian dari mekanisme umpan balik. Jika enzim memproduksi terlalu banyak produk, produk tersebut dapat berperan sebagai inhibitor bagi enzim tersebut. Hal ini akan menyebabkan produksi produk melambat atau berhenti. Bentuk umpan balik ini adalah umpan balik negatif. Enzim memiliki bentuk regulasi seperti ini sering kali multimerik dan mempunyai tapak ikat alosterik. Kurva substrat/kelajuan enzim ini tidak berbentuk hiperbola melainkanberbentuk S.Koenzim asam folat dan obat anti kanker metotreksat memiliki struktur yang sangat mirip. Oleh sebab itu, metotreksat adalah inhibitor kompetitif bagi enzim yang menggunukan folat.Inhibitor ireversibel bereaksi dengan enzim dan membentuk aduk dengan protein. Inaktivasi ini bersifat ireversible. Inhibitor seperti ini contohnya efloritina, obat yang digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh protozoa African trypanosomiasis. Penisilindan Aspirin juga bekerja dengan cara yang sama. Senyawa obat ini terikat pada tapak aktif, dan enzim kemudian mengubah inhibitor menjadi bentuk aktif yang bereaksi secara ireversibel dengan satu atau lebih residu asam amino

 

 

2.4  Kegunaan Inhibitor

            Oleh karena inhibitor menghambat fungsi enzim, inhibitor sering digunakan sebagai obat. Contohnya adalah inhibitor yang digunakan sebagai obat aspirin. Aspirin menginhibisi enzim COX-1dan COX-2 yang memproduksi pembawa pesan peradanganprostaglandin, sehingga ia dapat menekan peradangan dan rasa sakit. Namun, banyak pula inhibitor enzim lainnya yang beracun. Sebagai contohnya, sianida yang merupakan inhibitor enzim ireversibel, akan bergabung dengan tembaga dan besi pada tapak aktif enzim sitokrom c-oksidase dan memblok pernafasan sel

http://ipulsv.blogspot.com/2010/10/struktur-dan-fungsi-enzim.html

2.5 Contoh-contoh Reaksi Inhibitor

Salah satu contoh dari reaksi kimia inhibitor irreversibel adalah reaksi diisopropyl  fluorophosphates dengan serine proteases, chymotrypsin and iodoacetate yang bereaksi dengan essential sulfhydryl yang merupakan salah satu bagian dari kelompok enzim triose phosphate dehydrogenase

E-SH+ICH2COOH                 E-SCH2COOH+HI

 

 

Sedangkan contoh dari inhibitor reversible terdapat dalam reaksi succinic acid dan FAD

BAB III

KESIMPULAN

Inhibitor merupakan suatu senyawa yang dapat menghambat laju reaksi suatu enzim. Inhibitor bekerja dengan cara berikatan dengan enzim sehingga membuat enzim menjadi rusak atau tidak cocok dengan substratnya.

Berdasarkan reaksi kimianya, ada dua macam inhibitor, yaitu inhibitor irreversible dan inhibitor reversible. Ada 3 macam jenis inhibitor reversible, yaitu inhibitor yang bekerja secara kompetitif, non kompetitif, dan unkompetitif

 

Share this:Like this:

Like Loading...

Kerja Enzim

Kerja Enzim : kerja, enzim, Kerja, Enzim

Kerja Enzim

Kerja Enzim : kerja, enzim, Kerja, Enzim

Cara Kerja Enzim

Kerja Enzim : kerja, enzim, Kerja, Enzim

Pengertian & Sifat Enzim, Struktur Penyusun, Cara Kerja, Reaksi, Dan Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim

Kerja Enzim : kerja, enzim, Pengertian, Sifat, Enzim,, Struktur, Penyusun,, Kerja,, Reaksi,, Faktor, Mempengaruhi, Kerja, Enzim

Penghambat Kerja Inhibitor Enzim

Kerja Enzim : kerja, enzim, Penghambat, Kerja, Inhibitor, Enzim

Enzim Sebagai Katalisator

Kerja Enzim : kerja, enzim, Enzim, Sebagai, Katalisator

Pengertian , Struktur, Sistem Kerja Dan Faktor Yang Memengaruhi Kerja Enzim Pada Sistem Metabolisme – Pelajaran Sekolah Online

Kerja Enzim : kerja, enzim, Pengertian, Struktur,, Sistem, Kerja, Faktor, Memengaruhi, Enzim, Metabolisme, Pelajaran, Sekolah, Online

Enzim: Pengertian, Sifat, Cara Kerja Dan Komponennya

Kerja Enzim : kerja, enzim, Enzim:, Pengertian,, Sifat,, Kerja, Komponennya

Kerja Enzim

Kerja Enzim : kerja, enzim, Kerja, Enzim

2 UKBM METABOLISME.docx - UKBM BIO-3.2\/4.2\/5 METABOLISME 1 Identitas A B C D E Nama Mata Pelajaran Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Kompetensi Dasar | Course Hero

Kerja Enzim : kerja, enzim, METABOLISME.docx, BIO-3.2\/4.2\/5, METABOLISME, Identitas, Pelajaran, Semester, Materi, Pokok, Alokasi, Waktu, Kompetensi, Dasar, Course

MEKANISME KERJA ENZIM

Kerja Enzim : kerja, enzim, MEKANISME, KERJA, ENZIM