Isi Yupa Kerajaan Kutai

Keberadaan kerajaan ini dimulai ketika penemuan 7 prasasti dalam bentuk Yupa menggunakan Pallawa dan dalam bahasa Sansekerta memperkenalkan kerajaan Kutai ke berbagai karakteristik kehidupan, termasuk: sosial, budaya, politik dan ekonomi. Sejak ditemukannya prasasti Yupa, nama Kerajaan Kutai lahir.Kerajaan Kutai diketahui keberadaannya berdasarkan sumber berupa prasasti yupa berjumlah tujuh buah. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad ke-4 Masehi dan menjadi salah satu "kerajaan tertua" di Nusantara. Hingga saat ini, masih sedikit bukti yang dapat mengungkapkan sejarah kerajaan yang diperkirakan terletak di Kalimantan Timur ini.Kerajan Kutai Martadipura (Mulawarman) didirikan oleh pembesar kerajaan Campa (Kamboja) bernama Kudungga, yang selanjutnya menurunkan Raja Asmawarman, kemudian Raja Mulawarman. Ketiga raja tersebut merupakan raja yang paling tersohor (tertuama Mulawarman) karena berhasil membawa kerajaan ini ke masa keemasannya.Kehidupan Sosial 1 .1Prasasti Yupa Prasasti Yupa merupakan salah satu bukti sejarah Kerajaan Kutai yang paling tua. Dari prasasti inilah diketahui tentang adanya Kerajaan Kutai di Kalimantan. Di dalam prasasti ini terdapat tulisan-tulisan yang menggunakan bahasa Sansekerta dan juga aksara/huruf Pallawa.Isi 7 Prasasti Yupa - Pada artikel sebelumnya , kita telah membahas mengenai Sejarah Kerajaan Kutai mulai dari awal berdiri , lokasi , masa kejayaan , masa keruntuhan dan beberapa peninggalannya. (Bagi yang belum membacanya bisa dibaca terlebih dahulu).Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua yang pernah berdiri di Nusantara.

Kerajaan Kutai, Kerajaan Mulawarman (Abad Ke IV Masehi

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua Nusantara. Kerajaan ini berdiri sejak tahun 350 Masehi dengan pusat Kerajaan Kutai terletak di hulu Sungai Mahakam, Muara Kaman, Kalimantan Timur. Jika dilihat dari letaknya dulu, lokasi Kerajaan Kutai saat ini termasuk dalam provinsi Kalimantan Timur.Peninggalan dari Kerajaan Kutai tidak begitu banyak ditemukan seperti kerajaan-kerajaan lainnya, namun masih bisa kita jumpai di Museum Mulawarman, tepatnya di daerah Tenggarong, Kalimantan Timur.Berikut beberapa bukti sejarah yang telah berhasil ditemukan. 1. Prasasti Yupa. Prasasti Yupa adalah 7 buah bangunan batu berbentuk tugu/menhir yang dibuat oleh kaum Brahmana sekitaran abad ke 4 MSumber sejarah yang paling bisa dijadikan sebagai sumber sejarah keberadaan kerajaan ini adalah 7 buah prasasti peninggalan Kerajaan Kutai, yang disebut Yupa. Pada tahun 1949, J.G. de Casparis mengkaji 7 prasasti peninggalan Kerajaan Kutai yang terpahat di tugu Yupa yang ditemukan di Muara Kaman itu.Jika isi prasasti yupa ini diringkas, maka akan membahas tentang Kerajaan Kutai dan kejayaannya di masa pemerintahan Maharaja Mulawarman. Bukan hanya itu saja, secara singkatnya prasasti ini membahas tentang kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan di masa Kerajaan Kutai Kartanegara.

Kerajaan Kutai, Kerajaan Mulawarman (Abad Ke IV Masehi

Kerajaan Kutai: Sejarah, Peninggalan, Silsilah, Kejayaan

Letak geografis Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.Prasasti Yupa adalah sebuah prasasti yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Kutai. Terdapat tujuh buah yupa yang memuat prasasti, namun baru 4 yang berhasil dibaca dan diterjemahkan. Prasasti ini menggunakan huruf Pallawa Pra-Nagari dan dalam bahasa Sanskerta, yang diperkirakan dari bentuk dan jenisnya berasal dari sekitar 400 Masehi.Prasasti Kerajaan Kutai dan Isinya Prasasti Kerajaan Kutai atau yang juga dikenal dengan nama Prasasti Yupa ini merupakan peninggalan Kerajaan Kutai yang berjaya pada abad ke-4. Kerajaan yang bercorak Hindu ini memiliki bukti sejarah tertua dari Kerajaan yang bercorak Hindu di Nusantara, yaitu Prasasti Yupa.Kerajaan kutai adalah kerajaan bercorak hindu yang merupakan kerajaan yang memiliki bukti sejarah tertua di Indonesia. Kerajaan kutai berlokasi di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di tepi sungai Mahakam.Kerajaan Kutai adalah salah satu kerajaan bergaya Hindu tertua di Indonesia. Diperkirakan kerajaan ini didirikan pada abad ke-5 M atau sekitar 400 M. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), lebih tepatnya di hulu sungai Mahakam.

Google Translate Jepang Hiragana Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Jepang Daerah Penghasil Gerabah Gerak Dasar Gaya Punggung Merupakan Gerak Yang Efisien Dalam Potongan Rambut Pria Korea Makna Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh Pemain Dari Jendela Smp Sctv Santi Jual Beli Ayam Bangkok Kediri Hello Again Sub Indo Pianika Mengheningkan Cipta Foxit Reader Kuyhaa

Kerajaan Kutai Martapura

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian Kerajaan Kutai Martapura400–1635Ibu kotaMuara Kaman, Kalimantan TimurBahasa yang umum digunakanBahasa KutaiAgama HinduPemerintahanMonarkiMaharaja Sejarah • Didirikan 400• Dianeksasi oleh Kutai Kertanegara 1635 Digantikan oleh Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martapura Sekarang bagian dari Indonesia

Kutai Martapura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua berupa prasasti Yupa dan berdiri sekitar abad ke-4.[1] Pusat kerajaan ini terletak di Muara Kaman, yang saat ini adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Informasi nama Martapura diperoleh dari kitab Salasilah Raja dalam Negeri Kutai Kertanegara yang menceritakan pasukan Kerajaan Kutai Kertanegara dari Kutai Lama menyerang ibu kota kerajaan ini.[2]

Historiografi

Sumber primer sejarah Kerajaan Martapura adalah tujuh prasasti yupa[3] yang ditemukan di Bukit Brubus, Muara Kaman. Penemuan batu bertulis ini tidak sekaligus, melainkan dalam dua tahap dengan rentang waktu lebih dari setengah abad. Tahap pertama, empat prasasti ditemukan pada tahun 1879. Setahun kemudian, keempat prasasti tersebut diangkut ke Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (kini Museum Nasional, Jakarta). Tahap kedua, tiga prasasti lainnya ditemukan berselang 61 tahun kemudian, yakni pada 1940. Ketiganya disimpan di museum yang sama.[4]

Selain sumber prasasti yupa, terdapat kitab Surat Salasilah Raja dalam Negeri Kutai Kertanegara. Naskah Arab Melayu ini belum dibahas oleh Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia sehingga perihal lanjutan riwayat Dinasti Mulawarman tidak termuat dalam buku babon Sejarah Nasional Indonesia.

Penamaan

Nama kerajaan tertua di Nusantara yang umumnya diketahui oleh khalayak adalah Kutai. Tim Penyusun Sejarah Nasional Indonesia mengungkapkan, nama Kutai digunakan oleh para peneliti sejak zaman Belanda untuk menamakan kerajaan Dinasti Mulawarman berdasarkan lokasi penemuan prasasti yupa di wilayah Kesultanan Kutai. Tetapi, prasasti yupa sendiri tidak menyebutkan nama kerajaannya dengan Kutai.[5]

Raja-raja Kutai Martapura

Hanya ada lima nama raja yang tercatat dalam sumber sejarah, yakni 3 orang di Prasasti Yupa beraksara Pallawa dan 2 orang dalam kitab Salasilah Raja dalam Negeri Kutai Kertanegara beraksara Arab Melayu. Adapun informasi lain yang menyebutkan daftar lebih dari 20 raja tidak berdasarkan sumber sejarah yang autentik, melainkan dari ucapan meranyau seorang dukun dalam upacara adat belian.[6][7]

Maharaja Kundungga

Nama Maharaja Kundungga dimaknai sebagai nama asli orang Indonesia yang belum dipengaruhi oleh budaya India.[5] Pada awalnya kedudukan Kundungga adalah sebagai kepala suku, setelah masuk pengaruh Hindu ke Indonesia kemudian ia mengubah struktur menjadi kerajaan dan dirinya menjadi raja, dan dilakukan secara turun temurun.[8] Nama Maharaja Kundungga oleh para ahli sejarah ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India. Sementara putranya yang bernama Asmawarman diduga telah terpengaruh budaya Hindu. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa kata Warman berasal dari bahasa Sanskerta. Kata itu biasanya digunakan untuk akhiran nama-nama masyarakat atau penduduk India bagian Selatan.[9][5]

Maharaja Asmawarman (anak Kundungga)

Nama Maharaja Aswawarman diyakini telah terpengaruh oleh budaya Hindu, berdasarkan fakta kata "Warman" berasal dari bahasa Sanskerta, yang biasanya digunakan untuk menyebut nama orang atau penduduk India Selatan.[5]

Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman) Artikel utama untuk kategori ini adalah Mulawarman Nala Dewa.

Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Hindu.

Surutnya Kutai Martapura

Kerajaan Kutai Martapura berakhir saat rajanya yang bernama Maharaja Dermasatia terbunuh dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kertanegara ke-8, Pangeran Sinum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martapura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kertanegara yang saat itu ibu kota di Kutai Lama.

Kutai Kertanegara inilah, pada tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kertanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam. Sejak tahun 1735 kerajaan Kutai Kertanegara yang semula rajanya bergelar Pangeran berubah menjadi bergelar Sultan (Sultan Aji Muhammad Idris) dan hingga sekarang disebut Kesultanan Kutai Kertanegara.

Kontroversi

Pada awal tahun 2020 beredar kabar adanya perkumpulan yang menamakan dirinya “Maharaja Kutai Mulawarman”. Perkumpulan ini mengaku sebagai penerus tahta raja Mulawarman. Namun, pernyataan ini tidak berlandaskan fakta sejarah. Kerajaan Kutai Martapura yang dulu berpusat di Muara Kaman tidak dihidupkan kembali. Alasannya, eksistensi kerajaan ini sudah diunifikasi ke dalam Kerajaan Kutai Kertanegara. Alasan lainnya adalah tidak ada sumber sejarah yang valid mengenai silsilah dari keturunan Raja Dermasatia sebagai raja terakhir Kerajaan Kutai Martapura.[7]

Referensi

^ Vogel, J. Ph. (1918). "The Yupa Inscription of King Mulawarman, from Koetei (East Borneo)". BKI. 74. ^ Muhammad Sarip (2018). Dari Jaitan Layar sampai Tepian Pandan Sejarah Tujuh Abad Kerajaan Kutai Kertanegara. Indonesia: RV Pustaka Horizon. ISBN 9786025431159. ^ "Keputusan Mendikbud RI Nomor 279/M/2014 tentang Tujuh Prasasti Yupa Koleksi Museum Nasional Nomor Inventaris D.2A, D.2B, D.2C, D.2D, D.175, D.176, dan D.177 Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional" (PDF). munas.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 24 Agustus 2020. ^ Vlekke, Bernard H.M (2008). Nusantara Sejarah Indonesia [Nusantara: A History of Indonesia (1961)]. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ^ a b c d Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (Ed.) (2008). Sejarah Nasional Indonesia II Zaman Kuno (Awal M–1500 M). Jakarta: Balai Pustaka. ^ M. Asli Amin dkk, Dari Swapraja ke Kabupaten Kutai, Tenggarong: Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kalimantan Timur, 1975 ^ a b "Jejak Sejarah Muara Kaman, Kecamatan yang Viral Sejak Muncul Raja Kutai Mulawarman". KOMPAS.com. 6 Februari 2020. Diakses tanggal 24 Agustus 2020. ^ Abdullah, Taufik; Lapian, A.B. (2012). Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 2: Kerajaan Hindu-Buddha. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve. ^ Minattur, Joseph (2009). "A Note on the King Kundungga of the East Borneo Inscriptions". Journal of Southeast Asian History. 5 (2): 181–183. doi:https://doi.org/10.1017/S0217781100000995 Periksa nilai |doi= (bantuan). lbsKerajaan di KalimantanKalimantan BaratNanga Bunut · Tanjungpura · Pontianak · Kubu · Sintang · Mempawah · Meliau · Sambas kuna · Sambas · Sanggau · Selimbau · Sekadau · Landak · Tayan · Piasak · JongkongKalimantan TengahKotawaringinKalimantan SelatanNegara Daha · Negara Dipa · Kuripan · Banjar · Pagatan · Batulicin · Pulau Laut · Kusan · Sabamban · Tjingal · SampanahanKalimantan TimurKutai Kertanegara · Kutai Martapura · Paser · Berau · Sambaliung · Gunung TaburKalimantan UtaraBulungan · TidungMalaysia Timur dan BruneiBrunei · Sarawak · Sulu Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerajaan_Kutai_Martapura&oldid=17384892"

Peninggalan Kerajaan Kutai Tertua: Mengenal Prasasti Yupa - Kumparan.com

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Peninggalan, Kerajaan, Kutai, Tertua:, Mengenal, Prasasti, Kumparan.com

Prasasti Yupa Merupakan Contoh Sumber Sejarah - Seputar Sejarah

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Prasasti, Merupakan, Contoh, Sumber, Sejarah, Seputar

Dari 7 Buah Prasasti Yupa Yang Ditemukan.docx

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Prasasti, Ditemukan.docx

Isi Dari Prasasti Yupa – Hal

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Prasasti

Letak Dan Raja-Raja Kerajaan Kutai, Isi Prasasti Yupa, Silsilah, Raja Terbesar, Dan Kehidupan Politik Sosial Ekonomi Kerajaan Kutai

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Letak, Raja-Raja, Kerajaan, Kutai,, Prasasti, Yupa,, Silsilah,, Terbesar,, Kehidupan, Politik, Sosial, Ekonomi, Kutai

Isi Dari Prasasti Yupa – Hal

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Prasasti

Peninggalan Kerajaan Kutai.docx

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Peninggalan, Kerajaan, Kutai.docx

DOC) Kerajaan Kutai Di Kalimantan Timur Tahun 400 M | Goplah Ratus - Academia.edu

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Kerajaan, Kutai, Kalimantan, Timur, Tahun, Goplah, Ratus, Academia.edu

Apa Itu Yupa Dan Salah Satu Isi Yupa

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Salah

Isi Dari Prasasti Yupa – Hal

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Prasasti

Makalah Kerajaan Kutai

Isi Yupa Kerajaan Kutai : kerajaan, kutai, Makalah, Kerajaan, Kutai